"Inilah desa kami yang gempah ripah akan hasil bumi, karena kami sangat berdisiplin mematuhi aturan-aturan dari kepala desa kami, dalam mengajari kami bercocok tanam dengan cara yang cukup sulit bagi kami orang kecil untuk melaksanakanya, jadi hasilnya bisa sebagus ini." Jawab seorang petani sambil menunjuk ke sawahnya.
Sang jendral mengangguk paham atas apa yang disampaikan petani yang ditemuinya dipinggiran desa Bajawesi tersebut.
Sang jendral mengangguk paham atas apa yang disampaikan petani yang ditemuinya dipinggiran desa Bajawesi tersebut.
"Sebenarnya apa yang kisanak lakukan di Desa kami?" Tanya petani tersebut.
"Em... iya saya dengar kabar kalau pertanian di sini sangatlah bagus makanya saya ingin berguru di sini". Jawab Jendral, yang sedang menyamar jadi petani.
"Kalau begitu seharusnya kisanak harus langsung menemui kepala desa kami." Seru petani tersebut menanggapi jawaban sang jendral.
"Ow... bagaimana saya bisa menemui kepala dusun, anda bisa mengantarkan saya?". tanya jendral menyetujui saran petani tersebut.
"boleh... nati saya akan mengantarkan kisanak, tapi setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya ini ya kisanak." Jawab petani.
"Ow... bagaimana saya bisa menemui kepala dusun, anda bisa mengantarkan saya?". tanya jendral menyetujui saran petani tersebut.
"boleh... nati saya akan mengantarkan kisanak, tapi setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya ini ya kisanak." Jawab petani.
Selang beberapa saat mereka berangkat menuju balai desa Bajalemes untuk menemui kepala Desa.
To be continued.
No comments:
Post a Comment